April 13

LULUSAN SMK PELAYARAN PUNYA PELUANG GAJI TINGGI

Diposting Oleh | Kategori PENDIDIKAN

Lulusan SMK Pelayaran Berpeluang Punya Gaji Tinggi
27 Maret, 2015 - 03:35

JAKARTA, (PRLM).- Indonesia adalah negara kepulauan yang tersusun dari 13.466 pulau besar dan kecil, dihubungkan oleh berbagai selat dan laut. Luas perairan Indonesia mendekati 70% dari luas keseluruhan Indonesia.

Dengan kondisi geografis tersebut, Presiden Jokowi menitikberatkan sektor maritim pada salah satu program kerjanya, yaitu dengan membangun tol laut. Yang dimaksud tol laut adalah memaksimalkan layanan berbagai sarana transportasi laut, seperti pelabuhan, kapal, dan sistem logistik maritim yang berputar secara periodik dari satu pelabuhan utama ke pelabuhan utama lainnya di Indonesia.

Kementerian Perhubungan RI mencatat, sekolah pendidikan kepelautan di Indonesia saat ini hanya mampu menghasilkan 5% lulusan dari 69.000 pelaut yang dibutuhkan.

Djarum Foundation menyadari akan pentingnya hal ini. Melalui program peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan, Djarum Foundation bersama PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesi (SMBCI) dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation(SMBC), salah satu institusi perbankan terbesar di Jepang dan anak usahanya, tengah berupaya mencetak pelaut profesional guna mencukupi kebutuhan tersebut.

Djarum Foundation, bersama SMBCI dan SMBC, melaksanakan Nota Kesepakatan (MoU) guna meningkatkan inisiatif sosial di Indonesia.

“Penandatangan MoU dengan Djarum Foundation ini membuktikan komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang sosial di Indonesia yang merupakan salah satu negara utama tujuan investasi kami dan di mana kami pun bertujuan untuk mewujudkan full banking service,” ujar Masayuki Shimura, Presiden Komisaris SMBCI dan Managing Director, Head of Asia Pacific Division andEmerging Market Business Division SMBC.

“Pada awal kerja sama ini, kami  mendukung pembangunan sumber daya manusi agar menjadi tenaga kerja professional dan berkualitas, melalui dukungan kami pada sekolah kejuruan”, Masayuki Shimura menambahkan.

SMK Wisudha Karya menjadi satu?satunya sekolah pelayaran tingkat SM di Indonesia yang memiliki fasilitas Full Mission Bridge Simulator.

Sekolah ini mempersiapkan perwira muda di bidang navigasi kapal niaga melalui paket keahlian Nautika Kapal Niaga. Para calon perwira muda ini dibekali dengan dasar ilmu kepelautan selama 3 tahun, ditambah dengan praktik kerja selama 1 tahun.

Lulusannya akan mendapatkan sertifikat Ahli Nautika Tingkat IV, atau Certificate of Competency Class 4 yang diakui dunia internasional.

“Djarum Foundation telah melakukan program peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus, Jawa Tengah sejak tahun 012 lalu.  Dalam program ini, kami fokus mengembangkan beberapa paket keahlian pilihan pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi, seperti Teknologi Informasi, Teknik Pemesinan, Kuliner, dan Fashion,” ujar Primadi H. Serad selaku Progam Director Djarum seusai diresmikan Bupati  Kudus ,Jawa Tengah  H.Musthofa di SMK Wisudha Karya di Kudus, Jawa Tengah.

Selanjutnya, Primadi mengungkapkan bahwa bidang Pelayaran merupakan salah satu paket keahlian unggulan yang dikembangkan bersama SMBC.

“Lulusan SMK Pelayaran yang tersertifikasi bisa mendapatkan gaji 12–15 juta jika bekerja di kapal berbendera Indonesia. Jika bekerja di  kapal asing, mereka bisa mendapatkan gaji awal lebih dari 30 juta rupiah per bulan,” ujarnya.

Memilih jurusan SMK  yang  lulusan penghasilan lebih  besar dari sarjana, dia bisa kerja di luar negeri gaji besar, karya mahal,” imbuh Primadi H.

Primadi  saat bersama  Victor Hartono, President Director Djarum Foundation Masayuki Shimura, Presiden Komisaris SMBC, Bupati Kudus H. Musthofa  dan Capt. Weku Frederik Karuntu MM.Kepala Sub Divisi Kepelautan dari Kementerian Perhubungan RI. Menambahkan  lulusan sarjanan pelayaran gajinya  minimun   anatara Rp 10-15 juta,maka  kami pilih anak-anak  karena nilai jual, dan bulan depan ada sekolah animasi..itu juga lulusanya, demam luar biasa untuk berapa bidang studi.”tuturnya.

Kami mulai dari kampung halaman sendiri, beri pelatihan bagaimana mengajar..kreatif sejak SD ..keterampilan yang spesifik, bidang ekraf.Setelah SMK ,praktek dan ujian dari Kementerian Perhubungan ,AMP 4 ,mereka balik ke kampus 2 tahun ,dapat pesetaraan S-1, Koneksi perdagangan dunia, makanya Kudus,ada  simulator, komputer, mesin.(Munady/A-147)***

      Bookmark and Share