Desember 31

IHT-Refleksi dan Program Kerja Tenaga Kependidikan 2023

Diposting Oleh humassmkn4 | Kategori SEKOLAH

IHT-Tendik SKAMPAT. Berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 Pasal 39: (1) Tenaga Kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Semua tenaga kependidikan yang ada di Indonesia memiliki peran dan fungsi masing-masing. Tentunya semua berperan penting dalam membentuk generasi yang lebih cerdas dan berkualitas. Tenaga Kependidikan di suatu sekolah, adalah bagian dari unit pelaksana teknis penyelenggaraan sistem administrasi dan informasi pendidikan. Adapun yang dimaksud dengan tenaga kependidikan di suatu instansi, meliputi tata usaha, laboran, pustakawan, pelatih ekstrakurikuler, petugas keamanan, maupun petugas kebersihan.

Secara umum, ada 3 (tiga) fungsi pokok tenaga kependidikan, yaitu :

  1. Melayani pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi,
  2. Menyediakan keterangan-keterangan bagi pimpinan organisasi untuk membuat keputusan atau melakukan tindakan yang tepat, dan
  3. Membantu kelancaran perkembangan organisasi sebagai suatu keseluruhan

 

Lalu, apakah perbedaan dari Guru dan Tenaga Kependidikan?

Kebanyakan orang selalu menyebut bahwa guru dan tenaga kependidikan itu sama, karena sama-sama berasal dari dunia pendidikan dan tugasnya adalah mendidik. Padahal, jika kita telaah lebih lanjut, guru dan tenaga kependidikan itu merupakan 2 (dua) hal yang berbeda. Seorang guru itu adalah pendidik profesional, dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Sdangkan tenaga kependidikan adalah seseorang yang mengabdikan diri untuk menunjang suatu penyelenggraaan pendidikan. Untuk menjadi seorang guru, dibutuhkan ijazah guru yang dikeluarkan oleh suatu lembaga pendidikan. Seorang guru secara otomatis sudah menjadi pendidik, akan tetapi seorang pendidik belum tentu langsung bisa menjadi guru. Dari paparan singkat tersebut, sudah cukup menjelaskan perbedaan antara guru dan tenaga kependidikan. Secara teknik pelaksaan tugasnya pun sudah berbeda.

Apa tugas pokok dan fungsi tendik?

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, bahwa tenaga kependidikan di suatu sekolah terdiri dari banyak orang. Kita ambil contoh saja di SMK Negeri 4 Pati. Ada 23 tenaga kependidikan, mulai dari tata usaha hingga bagian kebersihan. Masing-masing tenaga kependidikan tersebut tentunya sudah memahami apa saja tugas yang harus dikerjakan, dan target apa yang harus diselesaikan setiap harinya. Beberapa waktu lalu, SKAMPAT mengadakan kegiatan In House Training (IHT) khusus bagi tenaga kependidikan. Acara berlangsung di aula dengan suasana yang akrab dan nyaman. Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala SMK Negeri 4 Pati, Bapak Hartono, S.Si.,M.Pd. sekaligus beliau juga sebagai pemateri dalam IHT tersebut.

Tak hanya itu saja, dalam IHT tersebut, beliau (kepala sekolah) juga mengajak seluruh peserta IHT untuk melakukan refleksi terhadap kinerja masing-masing selama 1 (satu) tahun bekerja sepanjang tahun 2022. Peserta IHT diberikan lembar refleksi sekaligus berisi komitmen bekerja untuk 1 (satu) tahun ke depan, 2023. Dalam pernyataan tersebut masing-masing tenaga kependidikan berkomitmen untuk memperbaiki diri dalam hal pekerjaan, pelayanan, maupun semua hal yang menyangkut urusan sekolah. Dalam acara tersebut, Kepala Sekolah juga menggarisbawahi, bahwa segala sesuatu yang sudah baik, silakan untuk tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan dan jika mungkin bisa dikolaborasikan. Segala sesuatu yang buruk, selayaknya untuk ditinggalkan dan diganti dengan hal baru yang lebih baik.

Penyusunan program kerja 2023 yang diawali dengan membangun komitmen kerja secara bersama-sama ini, merupakan suatu langkah awal untuk meningkatkan kinerja para tenaga kependidikan. Dalam hal ini, sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan menuntut adanya kerja sama yang baik antarsesama tenaga kependidikan. Dibutuhkan kerja sama yang baik dan solid untuk mewujudkan sekolah yang maju dan harmonis.  Setiap pribadi memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda-beda baik berupa kelebihan, kekurangan, dan tingkah laku yang berbeda. Ada sebagian orang berpendapat bahwa hal tersebut juga merupakan akan menjadi salah satu tantangan dalam suatu organisasi karena menghambat terjalinnya kerja sama yang baik. Ketika kita mau bekerja sama dengan orang lain, seharusnya secara perlahan kita akan membangun sikap kita agar dapat menerima kelebihan seseorang dengan rasa syukur dan membantu kelemahan yang dimiliki oleh orang lain. Dengan demikian pula akan membentuk rasa saling percaya dan mendukung satu sama lain sehingga dapat melangkah maju dalam mencapai tujuan dan komitmen bersama.

Bukan sekadar lisan dan tulisan saja, kita harus mengetahui manfaat dari membangun komitmen dari kerjasama. Karena terkadang orang beranggapan membangun kerjasama itu hanya untuk menguntungkan kelompok atau organisasi itu tanpa melihat manfaat dari kerjasama itu untuk dirinya sendiri. Padahal banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari kerja sama seperti terjadi pembagian tugas sesuai tupoksi dan keahlian kita sehingga efisiensi dalam bekerja dapat kita rasakan, kita akan memperoleh keberagaman ide ataupun gagasan yang mungkin belum pernah terpikirkan oleh diri kita sendiri. Demikian pula sebaliknya kita dapat berbagi ide dengan orang lain sehingga kita semua mendapat sangat banyak pengetahuan baru, dan secara tidak langsung melatih diri kita dalam membangun komunikasi yang baik dengan orang lain. Tanggung jawab akan dipikul bersama sehingga kita akan dapat saling memberikan dukungan satu sama lain.

 

 

 

 

 

 

 

      Bookmark and Share